Apakah kau Yesus..???
Wednesday, May 14th, 2008"Apakah Engkau Yesus?"
Oleh: Tidak Diketahui
Terjemahkah: Azallea Lesmana
Kiriman: Azallea Lesmana
Beberapa tahun yang lalu, sekelompok salesmen menghadiri pertemuan sales di Chicago. Mereka telah meyakinkan istri-istri mereka bahwa mereka akan
mempunyai cukup waktu untuk makan malam bersama di rumah pada hari
Jumat. Namun, manager sales menghabiskan lebih banyak waktu daripada
yang telah diperkirakan dan pertemuan berakhir lebih lambat daripada
yang telah dijadwalkan. Akibatnya, dengan tiket pesawat dan tas mereka
di tangan, mereka berlari menerobos pintu airport, tergesa-gesa,
mengejar penerbangan mereka pulang.
Ketika
mereka sedang berlari-lari, salah satu dari para salesman ini tidak
sengaja menendang sebuah meja yang digunakan untuk menjual apel. Dan
apel-apel itu beterbangan. Tanpa berhenti atau menoleh ke belakang,
mereka semua akhirnya berhasil masuk ke dalam pesawat dalam detik-detik
terakhir pesawat itu tinggal landas.
Semua,
kecuali satu. Dia berhenti, menghela napas panjang, bergumul dengan
perasaannya lalu tiba-tiba rasa kasihan menyelimuti dirinya untuk gadis
yang menjual apel. Ia berkata kepada rekan-rekannya untuk pergi tanpa
dirinya, melambaikan tangan, meminta salah satu temannya untuk menelpon
istrinya ketika mereka sampai di tempat tujuan untuk memberitahukan
bahwa IA akan mengambil penerbangan yang berikutnya. Kemudian ia kembali ke pintu terminal yang berceceran dengan banyak sekali buah apel di lantai.
Salesman ini merasa lega ketika ia tiba disana. Gadis
yang berumur 16 tahun ini buta! Gadis tersebut sedang menangis
sesegukan, air matanya mengalir turun di pipinya, Dan gadis itu sedang
berusaha untuk meraih buah-buah apel yang bertebaran di antara
kerumunan orang-orang yang bersliweran di sekitarnya, tanpa seorang pun
berhenti, atau pun cukup peduli untuk membantunya.
Salesman ituberlutut
di lantai di sampingnya, mengumpulkan apel-apel tersebut, menaruhnya
kembali ke dalam keranjang dan membantu memajangnya di meja
seperti semula. Seketika itu, ia menyadari bahwa banyak dari apel-apel
itu rusak, dan ia mengesampingkan apel yang rusak ke dalam keranjang
yang lain.
Setelah
selesai, pria ini mengeluarkan uang dari dompetnya dan berkata kepada
si gadis penjual, "Ini, ambillah $20 untuk semua kerusakan ini. Apakah kau tidak apa-apa?"
Gadis itu mengangguk, masih berlinang air mata.
Pria itu melanjutkan dengan, "Saya harap Kita tidak merusak harimu begitu parah."
Ketika pria ini mulai beranjak pergi, gadis penjual yang buta ini memanggilnya, "Tuan…"
Pria ini berhenti dan menoleh ke belakang untuk menatap kedua matanya yang buta.
Gadis ini melanjutkan, "Apakah engkau Yesus?"
Ia
terpana. Kemudian, dengan langkah yang lambat ia berjalan masuk untuk
mengejar penerbangan berikutnya. Dan pertanyaan itu terus menerus
berbicara di dalam hatinya, "Apakah kau Yesus?"
Apakah
orang-orang mengira engkau Yesus? Bukankah itu tujuan hidup kita? Untuk
menjadi serupa dengan Yesus sehingga orang-orang tidak dapat melihat
perbedaannya ketika kita hidup dan berinteraksi di dalam dunia yang
buta dan tidak mampu melihat kasih, anugrah dan kehidupanNya… Jika
kita mengakui bahwa kita mengenal Dia, kita harus hidup, berjalan, dan
bertindak seperti Yesus. Mengenal Yesus adalah lebih dalam daripada
hanya sekedar mengutip kata-kata dari Alkitab dan pergi beribadah di
gereja. Mengenal Yesus adalah menghidupi FirmanNya Hari demi Hari. Anda
adalah seperti buah apel tersebut di mata Allah meskipun kita rusak dan
menjadi cacat ketika kita terjatuh. Allah berhenti mengerjakan apa yang
sedang Ia kerjakan, mengangkat Anda dan saya ke suatu bukit yang
bernama Kalvari dan membayar penuh semua kerusakan kita. Mari mulai
jalani hidup sesuai dengan harga yang telah dibayarkanNya.