Archive for April, 2008

What A Needle Can Do?

Wednesday, April 23rd, 2008

Image001_1

1 Korintus 12:24-25
Hal
itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah
menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang
tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi
perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu
saling memperhatikan.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 107; Lukas 19; Hakim-Hakim 1-2

Karena keterbatasan mata, mudah sekali bagi kita untuk melihat apa yang tampak wah
di permukaan. Seorang nabi seperti Samuel pun masih melihat penampilan
luar saat hendak mengurapi raja baru pengganti Saul. Maka TUHAN
berfirman padanya untuk tidak melihat apa yang tampak mata, perawakan
tinggi atau baik parasnya. Sementara manusia suka melihat apa yang
terlihat wah di depan mata pada kesan pertama, tapi TUHAN tidak. Seseorang pernah menuliskan demikian :

Jangan
memandang rendah orang kecil, saat Anda bertemu raksasa yang hebat.
Saat Anda membutuhkan jarum, apa yang pedang dapat lakukan?

Di
sini ia menekankan betapa salahnya jika memiliki anggapan bahwa hanya
hal-hal yang tampak hebat saja yang punya kegunaan, padahal setiap
ciptaan juga memiliki fungsi yag krusial di waktu dan kondisi tertentu.

Memandang yang besar membuat kita melewatkan yang jecil. Melihat
yang kaya membuat kita melupakan yang kurang beruntung. Lihatlah ke
sekeliling, apakah dalam hal tertentu kita lebih suka menghargai orang
tertentu saja? Pimpinan tentu orang yang harus dihargai, tapi bagaimana
dengan bawahan Anda? Office boy,
satpam atau tukang jual makanan di kantor Anda? Jangan lewatkan mereka.
Bagikan juga perhatian pada setiap mereka yang kelihatan biasa-biasa
saja. Mari kita belajar berpikir seperti Allah. Semua ciptaan-Nya unik
dan baik.

Tidak ada ciptaan Tuhan yang biasa-biasa saja, semuanya luar biasa.

5 Minute Management Course

Tuesday, April 22nd, 2008

Lesson 1:

A man is getting into the shower just as his wife is finishing up  her  shower, when the doorbell rings..
The wife quickly wraps herself  in a towel and runs downstairs. 
When she opens the door, there  stands Bob , the next-door neighbour. 
Before she says a word, Bob  says, ‘I’ll give you $800 to drop that  towel.’
After
thinking for a moment, the woman drops her towel and stands naked in
front of Bob , after a few seconds, Bob hands her $800 and leaves.
The woman wraps back up in the towel and goes back upstairs.   
When  she gets to the bathroom, her husband asks, ‘Who was that?’   
‘It  was Bob the next door neighbour,’ she replies.   
‘Great,’  the husband says, ‘did he say anything about the $800  he owes  me?’

Moral of the story:
If
you share critical information pertaining to credit and risk with your
shareholders in time, you may be in a position to prevent avoidable
exposure.

Lesson 2:

A   priest offered a Nun a lift.
She  got in and crossed her legs,  forcing her gown to reveal a leg. 
The  priest nearly had an  accident.
After  controlling the car, he stealthily slid his hand  up her leg. 
The  nun said, ‘Father, remember Psalm 129?’ 
The  priest removed his hand. But, changing gears, he let his  hand  slide up her leg again.
The  nun once again said, ‘Father,  remember Psalm 129?’ 
The  priest apologized ‘Sorry sister but the  flesh is weak.’ 
Arriving  at the convent, the nun sighed heavily  and went on her way. 
On
his arrival at the church, the priest rushed to look up Psalm 129. It
said, ‘Go forth and seek, further up, you will find glory.’

Moral   of the story:
If   you are not well informed in your job, you might miss a great  opportunity.

Lesson 3:

A  sales rep, an administration clerk, and the manager are walking  to lunch  when they find an antique oil lamp. 
They  rub it and a Genie  comes out.
The  Genie says, ‘I’ll give each of you just one wish.’   
‘Me
first! Me first!’ says the admin clerk. ‘I want to be in the Bahamas ,
driving a speedboat, without a care in the world.’
Puff!  She’s gone.
‘Me
next! Me next!’ says the sales rep. ‘I want to be in Hawaii , relaxing
on the beach with my personal masseuse, an endless supply of Pina
Coladas and the love of my life.’
Puff!  He’s gone.
‘OK,  you’re up,’  the Genie says to the manager. 
The  manager says, ‘I want those two  back in the office after lunch.’ 

Moral of the story:
Always let your boss have the first say.

Lesson 4:

An eagle was sitting on a tree resting, doing nothing. 
A small rabbit saw the eagle and asked him, ‘Can I also sit like  you and do  nothing?’
The eagle answered: ‘Sure, why  not.’
So,
the rabbit sat on the ground below the eagle and rested. All of a
sudden, a fox appeared, jumped on the rabbit and ate it.

Moral of the story:
To be sitting and doing nothing, you must be sitting very, very high up. 

Lesson 5:

A turkey was chatting with a bull.
‘I would love to be able to get  to the top of that tree’ sighed the  turkey, ‘but I haven’t got the  energy.’
‘Well, why don’t you nibble on some of my droppings?’  replied the bull.  They’re packed with nutrients.’
The turkey pecked at a lump of dung, and found it actually gave him  enough str  ength to reach the lowest branch of the tree. 
The next day, after eating some more dung, he reached the second  branch. 
Finally after a fourth night, the turkey was proudly perched at  the top  of the tree.
He was promptly spotted by a farmer, who  shot him out of the tree. 

Moral of the story:
Bull Shit might get you to the top, but it won’t keep you   there..

Lesson 6:

A little bird was flying south for the winter. It was so cold the  bird  froze and fell to the ground into a large field. 
While  he was  lying there, a cow came by and dropped some dung on him. 
As  the  frozen bird lay there in the pile of cow dung, he began to  realize how  warm he was.
The  dung was actually thawing him out!
He lay there all warm and happy, and soon began to sing for joy. 
A passing cat heard the bird singing and came to investigate.
Following the sound, the cat discovered the bird under the pile of cow  dung, and  promptly dug him out and ate him. 

Morals of the story:
(1)  Not everyone who shits on you is your enemy. 
(2)  Not everyone who gets you out of shit is your friend. 
(3)  And when you’re in deep shit, it’s best to keep your mouth shut!

Emas & Kuningan

Saturday, April 19th, 2008

Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyai
banyak sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga antara
emas dan kuningan tercampur menjadi satu.

Suatu hari raja yang
baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia
membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas
terserah mereka. Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu
sehingga sulit sekali dibedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan,
lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat,
namun ada peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih
dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya
lagi.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas
hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat
bekerja di kebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka
raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.
Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya.

Mereka
datang dari penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan
berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang diberikan
kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan
setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan
setengah hari lagi untuk memutuskan.

Para prajurit selalu siaga
menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena tidak jarang terjadi
perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses pemilihan
berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang
rakyatnya, "apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau
habiskan waktumu disini?", jawab orang itu "tentu saja aku harus
berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu", lalu tanya
prajurit itu lagi "seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau
hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja
mencarinya?, sedangkan waktumu sangat terbatas", jawab orang itu lagi
"tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada di
tanganku begitu waktuku habis."

Lalu prajurit itu berkeliling
dan ia menjumpai seorang yang tampan, melihat perangainya ia adalah
seorang kaya, bertanyalah prajurit itu kepadanya "hai orang kaya apa
yang kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?", jawab
orang kaya itu "bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas
ini, tentu saja itu berarti menambah keuntunganku."

Kemudian
prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak
olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan
emasnya, lalu dihampirinya orang itu "mengapa engkau diam disini?,
tidakkah engkau memilih emas-emas itu? atau tekadmu sudah bulat untuk
mengambil emas itu?! ", mendengar perkataan prajurit itu, orang ini
hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi " atau engkau yakin
bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari
yang lain?", orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran,
lalu ia lebih mendekat lagi "tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? ",
sambil menatap prajurit, orang itu menjawab "tuan saya ini orang
miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan,
tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu, berapa kadar
emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga
tidak tahu".

"Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanya prajurit itu lagi.

"Tuan
emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang
tahu, mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana
yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk
mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih penting" jawabnya lugu.
Prajurit ini semakin penasaran "mengapa bisa begitu?", "bagi saya
berapapun kadar emas ini cukup buat saya, karena kalau saya bekerja,
saya membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas
tuan." Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini,
lalu ia melanjutkan perkataannya, "Lagipula tuan, peraturannya saya
tidak boleh menukar emas yang sudah saya ambil", "Tidakkah engkau
mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih
ada waktu?" tanya prajurit lagi.

"Saya sudah menggunakan waktu
itu, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya
mengambil keputusan, jika saya gantikan emas ini dengan yang lain,
belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini, saya
memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk
menjadikannya emas yang murni".

Tak lama lagi lonceng istana
berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan
berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata, "Wahai rakyatku yang
kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah
kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkan
menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika didapati hal diatas
maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai raja".
Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya.

Lalu sekali
lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, "dan
ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini
dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan
hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang
memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu
saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan,
kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu,
tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk
menanyakannya."

Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana
itu mengajar rakyatnya, dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar
menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.

Dikutip dari : Kumpulan Sharing dan Cerpen
Judul Asli : When We Have to Choice

Berharap melalui alkisah diatas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup :

BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN (SETENGAH HARI UNTUK MEMILIH)

Memilih
memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupa
emas-emas itu milik sang raja, jadi hanya dia yang tahu menahu masalah
itu, artinya setiap manusia milik Tuhan jadi berdoalah untuk
berkomunikasi denganNya tentang pasangan Anda.

BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN (SETENGAH HARI UNTUK MERENUNGKAN)

Mungkin
pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat, ternyata
setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar,
memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yang
memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya,
belum tentu waktu kita melepaskannya kita mendapat yang lebih baik.

Jadi
jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang
terbaik dilakukan ialah menilai secara objektif siapa dia (karena itu
keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan
menyelaraskan hati Anda bersamanya, begitu Anda tahu tentang hal
terjelek dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik, dengan
demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah, tinggal bagaimana
Anda menerimanya, Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan
perubahannya atau tidak,"cinta selalu berjuang", dan jangan anggap
tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda, justru jika dalam
tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda
(tidak pernah bertengkar mungkin), Anda malah harus berhati - hati,
karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak
kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda, yang terpenting
adalah niat baik diantara pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta,
segala sesuatu selalu ada jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini
Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya
anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi pertimbangkan dengan
baik hal ini.

BAGI YANG TELAH MENIKAH (SETENGAH HARI UNTUK MEMUTUSKAN)

Dalam
tahap ini, siapapun dia berarti anda telah mengambil keputusan untuk
memilihnya, jangan berfikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan
Anda, jika ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan orang
kaya di atas, dan dengan demikian Anda tidak pernah puas dengan diri
pasangan Anda, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda
tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri, jangan kuatir
raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar karat pada
emasnya.

Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan
Anda, dan Dia yang paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian
bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah
lagi dan bercerai lagi??? Ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia
terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda, ingat ini adalah
setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda
tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda, jadi peliharalah
pasangan Anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan berikan. Dan
apapun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan,
karena Dia yang memiliki hati setiap manusia.


SEBELUM MENILAI BURUK PASANGAN ANDA, ANDA JUGA HARUS INGAT BAHWA ANDA BUKANLAH ORANG YANG SEMPURNA….