Archive for January, 2007

Segitiga Cinta

Wednesday, January 31st, 2007

Ada banyak alasan org utk menikah. Ada yg bilang bahwa
pasangannya enak diajak bicara. Ada yg bilang pasangannya sangat perhatian. Ada
yg bilang merasa aman dekat dgn pasangannya. Ada yg bilang pasangannya
macho/sexy. Ada yg bilang pasangannya pandai melucu. Ada yg bilang pasangannya
pandai memasak. Ada yg bilang pasangannya pandai menyenangkan orang tua. Pendek
kata kebanyakan org bilang dia COCOK dgn pasangannya.

Ada banyak alasan pula utk bercerai. Ada yg bilang
pasangannya judes, bila diajak bicara cenderung emosional. Ada yg bilang
pasangannya sangat memperhatikan pekerjaannya saja, lupa kpd orang2 di rumah yg
setia menunggu. Ada yg bilang pasangannya sangat pendiam, tdk dpt bertindak
cepat dlm situasi darurat, sehingga merasa kurang terlindungi. Ada yg bilang pasangannya kurang menggairahkan. Ada yang bilang pasangannya gak
nyambung kalau bicara. Ada yg bilang masakan pasangannya terlalu asin/manis.
Ada yg bilang pasangannya tdk dpt mengambil hati mertuanya. Pendek kata
kebanyakan orang bilang bahwa dia TIDAK COCOK LAGI
dengan pasangannya.

Kebanyakan orang sebetulnya menikah dalam ketidakcocokan.
Bukan dalam kecocokan. Dr. Paul Gunadi menyebut kecocokan-kecocokan di atas
sebagai sebuah ilusi pernikahan. Dua orang yang pada waktu pacaran merasa cocok
tidak akan serta merta berubah menjadi tidak cocok setelah mereka menikah. Ada
hal-hal yang hilang setelah mereka menikah, yang sebelumnya mereka pertahankan
benar-benar selama pacaran. Sebagai contoh, pada waktu pacaran dua sejoli akan
saling memperhatikan, saling mendahulukan satu dengan yang lain, saling
menghargai, saling mencintai. Lalu apa yang dapat menjadi pengikat yang mampu terus mempertahankan sebuah pernikahan, bila
kecocokan-kecocokan itu tidak ada lagi? Jawabannya adalah KOMITMEN.

Seorang kawan saya di Surabaya membuat sebuah penelitian,
perilaku selingkuh kaum adam pada waktu mereka dinas luar kota dan jauh dari
anak/isterinya. Apa yang membuat pria-pria tersebut selingkuh tidak perlu
dijabarkan lagi. Tetapi apa yang membuat pria-pria tersebut bertahan untuk
tidak selingkuh? Jawaban dari penelitian tersebut sama dengan di atas yaitu : KOMITMEN.

Hanya komitmen yang kuat mampu menahan gelombang godaan
dunia modern pada waktu seorang pria berada jauh dari keluarganya. Begitu
pula sebaliknya, pada kasus wanita yang berselingkuh. Komitmen adalah sebagian
dari cinta dalam definisi seorang psikolog kenamaan bernama Sternberg. Dia
menyebutnya sebagai "triangular love" atau segitiga cinta
dimana ketiga sudutnya berisi :
Intimacy (keintiman), Passion (gairah) dan
Commitment (komitmen).

Sebuah cinta yang lengkap dalam sebuah rumah tangga
selayaknya memiliki ketiga hal di atas. Intimacy atau keintiman adalah
perasaan dekat, enak, nyaman, ada ikatan satu dengan yang lainnya. Passion
atau gairah
adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual
dan berbagai macam perasaan hangat antar pasangan. Commitment atau komitmen
adalah sebuat keputusan final bahwa seseorang akan mencintai pasangannya dan
akan terus memelihara cinta tersebut "until death do us apart".

Itulah segitiga cinta karya Sternberg yang cukup masuk akal
untuk dipelihara dalam kehidupan rumah tangga. Bila sebuat relasi kehilangan
salah satu atau lebih dari 3 unsur di atas, maka relasi itu tidak dapat
dikatakan sebagai cinta yang lengkap dalam konteks hubungan suami dan isteri,
melainkan akan menjadi bentuk-bentuk cinta yang berbeda.

Sebagai contoh :

Bila sebuah relasi hanya berisi intimacy dan commitment
saja, maka relasi seperti ini biasa disebut sebagai persahabatan. Bila
sebuah relasi hanya bersisi passion dan intimacy saja tanpa commitment, maka ia
biasa disebut sebagai kumpul kebo. Bila sebuah relasi hanya mengandung
passion saja tanpa intimacy dan commitment, maka ia biasa disebut sebagai infatuation
(tergila-gila).

So… which one is yours???

“Nikmatilah Kopinya, Bukan Cangkirnya”

Wednesday, January 31st, 2007

Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam
karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua.
Percakapan segera terjadi dan mengarah pada
komplain tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka.


Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci
besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis - dari porselin, plastik, gelas,
kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat
indah - dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di
tangan, professor itu mengatakan : "Jika kalian perhatikan, semua cangkir
yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan
yang murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang
terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah
dan stress yang kalian alami."

"Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi
kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa
kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya
adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir
terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain."

"Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi,
sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya.
Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang
kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang
kita hidupi. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal
untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita."

Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya. Jadi
nikmatilah kopinya, jangan cangkirnya.

Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding
pekerjaan anda. Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup
anda, anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan
keadaan. Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri
anda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan
selain dari pekerjaan anda.

Rancangan Damai Sejahtera Tuhan Bagi Tabita

Tuesday, January 30th, 2007

Sumber Kesaksian: Tabita
Wulandari


Tabita lahir dari keluarga yang kurang mampu. Ayahnya
hanyalah seorang penjahit kecil di Magelang. Untuk menopang ekonomi keluarga
ibunya juga harus membantu ayahnya dengan berjualan di warung.

Karena ditipu oleh orang, orang tua Tabita terbelit oleh hutang yang akhirnya
membawa mereka ke jurang kemiskinan. Setiap harinya datang penagih hutang dan
mau tidak mau Tabita harus berbohong kepada mereka. Jika datang para penagih
hutang maka ibu atau ayahnya akan sembunyi di bawah kolong meja atau sembunyi
di kamar mandi, dan kejadian itu berlangsung lama. Bahkan untuk melunasi hutang
tersebut kedua orang tuanya pernah berniat menjual ginjalnya, namun Tuhan tidak
mengijinkannya. Ketika ada peminat, golongan darah mereka tidak ada yang cocok.

Tabita anak ke-2 dari 5 bersaudara. Dengan keadaan demikian, untuk kehidupan
sehari-hari dan membayar biaya sekolah mereka harus menghadapi pergumulan yang
berat. Hal itu semakin dirasakan ketika ia memasuki bangku SMP. Saat itu mereka
sampai tidak bisa membayar uang sekolah. Namun Tabita tergolong anak yang
memiliki prestasi di atas rata-rata di sekolahnya, sehingga ia mendapat
beasiswa sampai lulus SMA.

Mengenal Tuhan Yesus secara pribadi

Ketika masa tenggang waktu kelulusan SMA menuju perguruan tinggi, seorang
temannya memberikan Tabita sebuah buku yang menjadi momentum awal proses
kelahiran barunya.

Buku itu menceritakan tentang kesaksian seorang anak Tuhan di Jepang yang
mengorbankan dirinya demi menyelamatkan orang-orang di dalam kereta api. Buku
itu begitu menyentuh hatinya. Saat itu ia menangis merasakan jamahan Tuhan di
dalam hidupnya untuk pertama kalinya.

Saat itu juga ia menyerahkan hidupnya kepada Tuhan apapun panggilan Tuhan di
dalam hidupnya. Doanya, "Tuhan, aku mau Engkau pakai aku jadi
hambaMu." Saat itu ia memutuskan untuk masuk sekolah Alkitab. Namun Tuhan
punya rencana lain di dalam hidupnya. Pendaftaran di sekolah itu sudah ditutup.
Tabitapun menangis dan bertanya apa maksud Tuhan di balik semua ini.

Kuliah karena mukjizat

Suatu hari seorang teman ayahnya dari Jogya datang ke Magelang untuk
mengunjungi keluarga mereka. Di situ mereka sharing mengenai apa yang mereka
alami hari-hari ini. Akhirnya sahabat ayahnya itu mengajak Tabita ke Jogya
untuk ikut tes UMPTN.

Puji Tuhan, Tabita diterima di FISIP UGM tahun 1994. Namun keluarganya tidak
memiliki biaya untuk melanjutkan studinya. Di situ Tabita menangis lagi di kaki
Tuhan supaya Tuhan buka jalan. Oleh kemurahan Tuhan, sahabat ayahnya itu
menolong keluarga ini untuk membayar biaya pendaftaran supaya Tabita dapat
meneruskan studinya ke perguruan tinggi.

Di kampus inilah Tabita bertemu dengan kakak rohaninya yang membimbingnya untuk
lahir baru dan kemudian ikut di dalam pemuridan di persekutuan kampus Maranatha
yang dikomandoi oleh Eriel Siregar (eks-host SOLUSI).

Tiga tahun setengah Tabita hidup dari satu mukjizat ke mukjizat lainnya. Ia
hidup dan kuliah dari ketidakmampuan orangtuanya untuk membiayainya. Satu bulan
sebelum wisuda, Tabita diterima bekerja sebagai tenaga accounting merangkap
sekretaris di sebuah diskotek di Jogya. Bidang pekerjaan yang berbeda dengan
ilmu yang dipelajarinya sewaktu kuliah. Tabita tidak pernah memiliki tabungan.
Karena hidupnya dari hari ke hari sangat bergantung kepada pemeliharaan Tuhan.

"Hidup saya bergantung kepada Tuhan seperti bergantung pada selembar
benang. Kalau bukan pertolongan Tuhan, tidak tahu bagaimana hidup saya."
Di diskotek itu Tabita dianggap orang aneh karena gaya hidupnya tidak seperti
mereka. Mereka bilang Tabita salah masuk kerja di sini. Meskipun kerja di
tempat yang dianggap orang negative, tapi Tabita hidup benar dan tidak mau
neko-neko karena tujuan utamanya adalah menghidupi keluarganya.

Pencobaan demi pecobaan dihadapi Tabita

Setelah tiga belas bulan bekerja di diskotek tersebut, Tabita dihadapkan pada
pergumulan yang berat. Ibunya harus masuk penjara selama 6 bulan dengan tuduhan
Kristenisasi. Sedangkan ibunya menjadi salah satu tulang punggung keluarga
berhubung ayahnya suka ditipu ketika bekerja atau mencoba membuka usaha
kecil-kecilan.

Waktu itu adik-adik dan kakak Tabita semuanya masih sekolah dan sedang kuliah.
Hanya Tabita sendiri yang sudah lulus kuliah dan sudah bekerja. Ketika
mendengar berita itu Tabita menangis karena begitu berat beban yang harus
ditanggungnya. Dialah yang harus menggantikan peran ibunya di dalam menghidupi
keluarganya. Sementara keluarganya memiliki banyak hutang yang harus segera
diselesaikan.

Tahun 1998, suatu hari Tabita melihat ada lowongan di Departemen Tenaga Kerja.
Waktu itu Depnaker membuka dua lowongan, yaitu menjadi pekerja pabrik di
Malaysia atau menjadi pembantu rumah tangga di Singapura.

Karena pertimbangan mendapatkan penghasilan yang lebih besar, Tabita memilih
menjadi pembantu rumah tangga di Singapura. Padahal waktu itu di televisi
sedang hangat pemberitaan banyak pembantu rumah tangga asal Indonesia yang
mendapat perlakuan kekerasan fisik dan pelecehan seksual. Tabita sempat
mengalami ketakutan dan hanya bisa berserah kepada Tuhan. Semua itu dilakukannya
demi keluarganya.

Akhirnya Tabita berhenti kerja dan ia diberi uang pesangon. Setelah itu ia
masuk masa karantina di Cirebon untuk menunggu diberangkatkan ke Singapura.
Tuhan menunjukkan perkenanNya atas Tabita. Baru 5 hari masuk karantina Tabita sudah
memiliki majikan. Akhirnya pada hari ke-20, tepat pada tanggal 29 November 1998
Tabita berangkat ke Singapura, sementara calon TKW yang lain harus menunggu
berbulan-bulan untuk diberangkatkan.

Saat mau berangkat ke Singapura, Tabita berdoa supaya Tuhan memberikan majikan
yang baik. Doanya dijawab Tuhan karena selama bekerja 4 tahun majikannya yang
penganut Budha itu memang sangat baik dan memperlakukannya seperti anggota
keluarga sendiri.

Selama bekerja 4 tahun di Singapura, setiap bulan Tabita mengirim hampir
seluruh gajinya kepada keluarganya di Magelang. Yang ada dipikirannya hanyalah
apakah keluarganya masih bisa makan dan adik-adiknya masih bisa sekolah? Bagi
Tabita, ia merasa cukup karena setiap hari bisa menikmati makanan yang wajar
dan tempat tinggal yang layak di rumah majikannya itu. Tapi bagaimana
keluarganya di Magelang? Belum lagi keluarganya memiliki banyak hutang yang
harus diselesaikan.

Namun majikannya sangat baik hati. Mereka selalu mengetahui jika Tabita
memiliki pergumulan dan beban yang berat. Mereka menjadi sahabatnya dan selalu
menguatkan, menghibur serta memberikan kata-kata motivasi agar Tabita kuat
menjalani proses hidupnya.

Majikannya memperlakukan Tabita seperti keluarga sendiri. Di dalam keluarga
besar dan rekan-rekannya, mereka tidak menganggap Tabita seorang pembantu rumah
tangga di keluarga mereka. Bahkan mereka melewati makan malam bersama. Di salah
satu sisi Tabita menghadapi pembentukan karakter lewat anak majikannya dan
nenek tersebut, tapi di sisi lain ia merasa dihibur dengan kebaikan hati
majikannya. Mereka mau memberikan telinga mereka untuk mendengar segala curahan
hati Tabita. Selama 4 tahun bekerja di Singapura, ternyata Tuhan mempersiapkan
Tabita untuk satu masa di mana ia akan mendapat berkat yang besar di kemudian
hari. Tanpa ia sadari selama 4 tahun di Singapura, Tabita menguasai percakapan
dalam bahasa Inggris dengan baik. Selain itu ia mendapat banyak pelajaran hidup
dari majikannya.

Namun tidak semua harapannya tercapai. Adiknya yang ia support secara finansial
untuk kuliah ternyata memilih menikah ketika duduk di semester IV. Uang yang ia
kirim kepada orang tuanya setiap bulan ternyata tidak dapat melunasi
hutang-hutang keluarganya. Semua yang dilakukannya seakan-akan sia-sia dan
tidak menghasilkan apa-apa. Sampai Tabita sendiri tidak dapat melihat gambaran
masa depannya itu seperti apa. Akhirnya tepat pada tanggal 29 November 2002
Tabita pulang ke Indonesia.

Tabita dipersiapkan Tuhan

Sampai di Indonesia Tabita melamar ke 5 perusahaan setelah melihat lowongan di
koran. Tabita di diterima bekerja di perusahaan direct marketing yaitu PT Arco
Prima yang berkantor di Menara Imperium Kuningan. Tabita hanya bekerja selama 2
bulan di tempat ini karena jam kerjanya begitu padat. Ia nyaris tidak punya waktu
karena pagi-pagi sudah harus berangkat ke kantor dari tempat tinggalnya di
Cijantung ke Kuningan. Begitu juga pulangnya sudah larut malam. Waktu saat
teduh dan membaca Alkitabnya ia lakukan di bis. Kemudian ia melamar pekerjaan
di tempat lain dan akhirnya diterima bekerja di PT Andi Putra, sebuah
perusahaan forwarder di daerah Pangeran Jayakarta. Di perusahaan ini Tabita
mendapat gaji lebih tinggi dari karyawan lainnya.

Kerinduan Tabita agar kehidupan keluarganya terangkat tidak pernah padam. Ia
mencoba menggugah hati ibunya agar mau pindah ke Jakarta. Karena ibunya bisa
membuka warung. Dengan berat hati karena harus meninggalkan suami dan
anak-anaknya untuk sementara waktu, akhirnya sang ibupun berangkat ke Jakarta
untuk membuka jalan bagi anggota keluarga yang lain di kemudian hari.

Dan Tuhan buka jalan. Akhirnya ada seorang teman Tabita yang mau mengontrakkan
kiosnya di daerah Mangga Dua. Namun kendalanya dari mana uang untuk membayar
kontrakan tersebut? "Setiap kali ada masalah, pasti Tuhan sedang mau
membawa kita ke tempat yang lebih tinggi," ungkap Tabita. Pimpinannya
bersedia membantu Tabita dengan memberikan pinjaman. Namun pada akhirnya
pimpinannya berkata bahwa Tabita tidak perlu mengembalikan pinjaman tersebut.
Akhirnya Tabita dan ibunya dapat menempati kios sekaligus tempat untuk mereka
tinggal. Ketika menempati kios yang baru itu Tabita juga mulai mengajak
kakaknya tinggal bersama mereka.

Dari PT Andi Putra, Tabita kemudian memantapkan karirnya di Monash University.
Belum lama bekerja di sini, Tabita mendapat kesempatan mendampingi mahasiswa
homestay study ke Melbourne, Australia. Sebuah perjalanan yang belum pernah
terlintas di pikirannya sebelumnya.

Di dalam hidupnya Tabita memiliki 3 impian, yaitu membangun rumah untuk orang
tuanya, membangun panti asuhan dan membangun sebuah gereja di dekatnya. Tuhan
mulai mewujudkan impiannya itu. Tuhan menaruh keyakinan di dalam hatinya bahwa
tahun 2004 Tuhan akan memberikan keluarga ini sebuah rumah. Dan hal itu
diceritakan kepada teman-temannya. Namun tidak semua respon teman-temannya itu
baik karena mereka tahu kondisi Tabita yang sebenarnya. Tabita justru
memberanikan diri untuk survey rumah di beberapa perumahan. Tabita berdoa,
"Tuhan, bagian saya kan mencari rumahnya, bagian Tuhan menyediakan uangnya."

Mimpi yang mulai digenapi

Suatu hari, Minggu, 29 Agustus 2004 Tabita bersaksi di sebuah gereja (GBI PRJ
Kemayoran). Kesaksian ini dia anggap sebagai hadiah ulang tahun buat Tuhan. Di
situ Tabita menyaksikan perjalanan hidupnya. Ternyata kesaksiannya diperhatikan
oleh seorang pejabat penting di President University. Orang ini memberikan
kartu namanya dan menawarkan mungkin mereka bisa bekerja sama. Singkat cerita
Tabita diterima bekerja di President University.

Rumah impian, beasiswa untuk pendidikan adik-adiknya dan pelayanan anak-anak
menuju visi memiliki panti asuhan sendiri…

Ternyata apa yang menjadi impian Tabita selama ini mulai menjadi kenyataan.
Dengan diterimanya Tabita sebagai manajer marketing di President University,
otomatis ia harus pindah ke Cikarang. Dalam waktu bersamaan Tuhan sudah
menyediakan sebuah rumah yang Dia janjikan. Tabita jatuh hati pada sebuah rumah
yang ada di samping sungai. Ia sudah membayangkan di situ ia nanti akan
mendirikan sebuah panti asuhan dan sebuah gereja kecil. Rumah itu kebetulan
hendak dipindah tangankan oleh pemiliknya dan dihargai sebesar Rp.35 juta.

Namun dari mana dapat uang sebesar itu? Setelah melewati pergumulan Puji Tuhan,
dengan tabungan yang ada ditambah dengan berkat yang dikasih oleh teman-temannya
yang tahu Tabita membutuhkan tambahan uang untuk membeli rumah, akhirnya mereka
dapat menempati rumah itu tepat 19 Desember 2004. Sejak saat itu orang tuanya
dan saudara-saudaranya dapat berkumpul bersama kembali di rumah impian hadiah
dari Tuhan.

Kemurahan dan perkenanan Tuhan tidak hanya sampai di situ. Kedua adik Tabita
mendapatkan pendidikan yang terbaik di President University karena mereka
memiliki prestasi yang baik. Kedua adiknya mendapat beasiswa dan pelajaran
standar international di sekolah tersebut.

Impian Tabita untuk mendirikan panti asuhan telah dimulainya dengan mengajar
anak-anak kampung di dekat rumahnya itu setiap hari Minggu sore. Tabita
mengumpulkan mereka di depan halaman rumahnya. Mereka diajar membaca, menulis,
menyanyi dan hidup sehat. Bahkan anak-anak yang diasuhnya itu sudah pernah
tampil di depan Presiden SBY sewaktu berkunjung ke President University.

Tabita Wulandari, hidupnya kini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Seorang
wanita tegar yang tidak hanya berani bermimpi. Akan tetapi berani berjuang
sampai mimpi tersebut layak untuk dihidupi. (joe)


"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan
apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan
damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari
depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11)

KisahKu KemaRen

Sunday, January 28th, 2007

huaaaaaa… kmrn gua ikut nemenin temen gua ke crematorium cilincing
sedih deh org2 yg ikut ke sana cuma sedikit… kasian temen gua :(
yah emg sih bokapnya tuh anak tunggal jd yah yg nganter dia jg sedikit

kmrn tuh kedua kalinya gua ke crematorium… suerr deh seumur hidup baru 2 kali ke t4 gituan huehuehue =P
dah gitu kmrn tuh pertama kalinya gua ngikut misa untuk mengantar jenazah hohoho

ternyata ngeri juga yah liat mayat dibakar.. pa lagi yang model tradisional… yg bakarnya pake kayu… ihhhhhh >.<
baunya itu lo… hoekk
dah gitu klo dah selesai cuma sisa tulangnya doank… itu pun gak lengkap… byk tulang2 yg ikut hancur seperti gigi & tulang rusuk… swt -__-"

bis itu gua juga ikutan membuang abu di tengah laut
tadinya gua pikir bakal menyenangkan nih naik perahu… lom pernah sih hehehe
ternyata pas nyampe di t4 perahunya… lgsg down deh gua T__T
perahunya kecil bgt… terbuat dr kayu biasa lagi… itu mah perahu nelayan buat nangkep ikan… dah gitu anginnya kenceng bgt… ombaknya juga gede >.<
huaaaaaa… panik gua di dlm perahu & di tengah laut pula… rasanya tuh perahu pengen terbalik berapa kali yah… klo terbalik beneran mati deh gua >.<
begitu sampe daratan gua malah jd enek2 gitu… mabok laut coyyy
bis itu baru deh pulang ke rmh… tp sebelomnya mampir dulu makan di Sinar Minang

wew… panjang juga yah critanya wkwkwkwkwk
yah itu lah kisah gua hr minggu kmrn =P =P

tp sejak gua ke rmh duka jumat kmrn… trus ditambah lagi gua ke crematorium
skrg gua berasa aneh klo ngaca… jd serem gitu >.<
atao emg gua aja kali yah yg baru sadar klo ternyata muka gua tuh jelek & serem huahahaha xD~

hooaaaaaaaa…. parno gua !!!!

aKu taKut

Friday, January 26th, 2007

sebelom mulai ngetik… *pasang tampang sedang berkabung*

semalem hati gua msh fine2 aja… muka juga msh bisa tersenyum dgn ceria
tapi tadi pagi sewaktu ingin berangkat kerja… gua bertemu dgn salah satu best pren gua… dan tiba2 semuanya berubah… kabar buruk pun sampai juga ke kuping gua

gua : kmrn pulang jam brp lo ???
tmn : kmrn gua balik dr Husada jam setengah 3
gua : (kaget) lho.. koq dr Husada? ngapain? bukannya kmrn lo maen basket!!!
tmn : iyah bis balik main basket gua lgsg ke Husada… bokap si R masuk UGD
gua : (tambah kaget + shock) kenapaaaaaaaaa????
tmn : kmrn bokapnya R jatuh… katanya sih stroke… ada pembuluh darah yg pecah di kepalanya… makanya bis sampe rmh kmrn gua lgsg buru2 ke Husada

swt… (koq gak ada yg ksh tau gua yah)

gua : trusss gimanaaaa???
tmn : iyah biaya operasinya sebesar 20 jutaan buat ngangkat batok kepalanya… tp kan kita smua gak ada yg punya uang sebanyak itu kmrn
gua : truss… truss…
tmn : akhirnya kmrn si R gesek 5 juta dulu buat deposit… baru deh bokapnya bisa masuk UGD

gile yee… gak ada duit org sekarat dicuekin gitu -__-"

tmn : dah gitu gak lama dokternya ksh tau kita klo harapan bokap si R ntu cuma 5% walaopun udeh dioperasi… yg laen sih nemenin si R di Husada mpe pagi… tp krn hr ini gua mo kerja makanya gua ijin pulang duluan jam setengah 3

dan tadi jam 10 pagi temen gua ntu sms gua… bilang klo bokapnya R dah gak ada
*shock*
haaaaaaaaa…. segitu cepetnya kah ?!?

sejak pagi gua jd kepikiran mulu… kali ini gua bener2 takut
bukannya takut gua yg kena & mati sih… tp ortu gua
eitt… jgn salah sangka dulu yah… gua bukannya ngarepin ortu gua begitu
gua cuma berpikir hal2 seperti itu tuh terjadi begitu aja…
datengnya tiba2… gak ada tanda2 atao pemberitahuan dulu…
so gua hrs mempersiapkan segala sesuatunya dr skrg
gua dah gak bole terlalu sering bersenang2 lagi & menghambur2kan uang lagi
biaya rumah sakit tuh skrg mahal… kalian liat sendiri kan klo gak ada uang bahkan org yg dah sekarat pun tidak diladeni
pa lagi gua ini anak pertama… tanggung jawab yg hrs gua pikul hrs lbh besar dr smua adik2 gua kan

ntar pulang kantor rencananya gua mo melayat bokap si R di rmh duka
huhuhu… tambah satu lagi jumlah tmn2 gua yg dah gak punya bokap/nyokap

CuRaHan HaTiKu YanG PerTaMa

Tuesday, January 23rd, 2007

wakakakaka *ngakak nungging doloo ahh*

geli yah baca judulnya wakakakaka =P =P
eniwei intinya sih gua mo keluarin smua uneg2 gua beberapa hari ini… dah lama juga yah gak gua tulis di blog… huhuhu miss cs so much T_____T

dah beberapa hari ini nih gua boring bgt… tepatnya sih sejak malming kmrn… gak tau knp nih tiba2 aja boring gitu… huh sebel deh klo penyakit lama gua ini kambuh :(
sejak malming kmrn bawaannya tuh boring aja… bete sih gak… juz boring!!!
mo ngapain2 jd males gitu… alhasil kerja pun jd gak semangat
klo dah begini nih… yg parahnya tuh klo gua mpe berpikir yg macem2… such as mo cepet2 mati lah… swt gak sih -__-"

lo org yg baca pasti pada bingung kan knp gua boring ?!?
sama sih gua jg bingung huehuehue =P

yah gua cuma berpikir aja koq kek nya gua idup gitu2 aja yah
tiap ari cuma mengulang hal2 yg sama aja… bangun tidur ( ku terus mandi tidak lupa menggosok gigi )… ngantor… pulang2 klo gak nonton yaa ngumpul2 ma temen ato keluyuran malem2… duhh menyedihkan yah :(
oke deh klo soal ngantor tuh dah gak bisa digubris… nah pas pulangnya itu gua mesti ngapain lagi yah biar gak terasa boring
heran gua?!? padahal tinggal di kota metropolitan… masa gua gak tau mesti ngapain sih buat menghilangkan rasa boring gua -__-"

dugem??? hmm… dah lama sih gak ajeb2… apa gua mesti balik ke t4 gituan lg biar idup gua lbh terasa variatif !!!

hooaaaaaaaa…. bingung!!!

kmrn sih dah sempet curhat ke dino(saurus)… itu juga gak sengaja -__-"
*msh bingung knp kmrn bisa curhat ke dino*
tp ujung2nya malah gua disuruh liat org2 yg kurang mampu di pinggir jalan hahaha
sorry din… kmrn ujan gede jd gua lom sempet liat mereka tuh =P =D

duhh… mesti ngapain lagi yah gua?? kek nya hr ini gua bakal boring tingkat tinggi lagi nih huhuhu T___T

Filosofi KISS ( Keep It Simple Stupid)

Monday, January 22nd, 2007

Banyak Hikmah yg bisa kita tarik / ambil dari Filosofi KISS (Keep It Simple Stupid).

Dalam kehidupan sehari-hari, kita hendaknya mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yang terjadi. Tetapi, saat menghadapi suatu masalah seringkali kita terkecoh, sehingga walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Mari kita coba lihat dalam beberapa kasus di bawah ini :

1. Kasus kotak sabun yang kosong terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun yang kosong. Dengan segera para pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas
tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan.

2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius. Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka menggunakan pensil !!!

3. Suatu hari, seorang pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Sang pemilik apartemen mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah tersebut. Seorang pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar kedua meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tetapi, pakar ketiga hanya menyarankan satu hal, bahwa inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu. Pakar tadi hanya menyarankan kepada sang pemilik apartemen untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, supaya para pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan ‘menunggu’ dan merasa ‘tidak menunggu lift’.

It works !!!

***

Smiley :

Filosofi KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada berfokus pada masalah. Bila kita melihat pada apa yang tidak kita punya di dalam hidup kita, kita tidak akan memiliki apa-apa. Tetapi bila kita melihat pada apa yang ada di tangan kita, kita memiliki segalanya.

Kisah Sang Tikus

Monday, January 22nd, 2007

Seekor tikus
mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan isterinya
membuka sebuah bungkusan. Ada makanan pikirnya? Dia terkejut sekali,
ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang
pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan; "Awas, ada perangkap
tikus di dalam rumah, hati-hati, ada perangkap tikus di dalam rumah!"

Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruk tanah,
mengangkat kepalanya dan berkata, "Ya maafkan aku, Pak Tikus, aku tahu ini
memang masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tak ada
masalahnya. Jadi jangan buat aku peninglah."

Tikus berbalik dan
pergi menuju sang kambing, katanya, "Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah
perangkap tikus di rumah!"
"Wah, aku menyesal dengar kabar ini," si kambing
menghibur dengan penuh simpati,
"tetapi tak ada
sesuatupun yang bisa kulakukan kecuali berdoa.
Yakinlah, kamu sentiasa
ada dalam doa doaku!"

Tikus kemudian berbelok menuju si lembu.
"Oh?
sebuah perangkap tikus, jadi saya dalam bahaya besar ya?" kata lembu itu sambil
ketawa.

Jadi tikus itu kembalilah ke rumah, kepala tertunduk dan merasa
begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu
sendirian.

Malam itu juga terdengar suara bergema di seluruh rumah,
seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menangkap mangsanya. Isteri
petani berlari pergi melihat apa yang terperangkap. Di dalam kegelapan itu
dia tak bisa melihat bahwa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa.
Ular itu sempat mematuk tangan isteri petani itu. Petani itu bergegas
membawanya ke rumah sakit.

Dia kembali ke rumah dengan demam. Sudah
menjadi kebiasaan setiap orang akan memberikan orang yg sakit demam panas
minum sup ayam segar, jadi petani itu pun mengambil goloknya dan pergilah
dia ke belakang mencari bahan-bahan untuk supnya itu.

Penyakit isterinya
berkelanjutan sehingga teman-teman dan tetangganya datang menjenguk, dari
jam ke jam selalu ada saja para tamu. Petani itupun menyembelih kambingnya
untuk memberi makan para tamu itu.

Isteri petani itu tak kunjung sembuh.
Dia mati, jadi makin banyak lagi orang-orang yang datang untuk pemakamannya
sehingga petani itu terpaksalah menyembelih lembunya agar dapat memberi
makan para pelayat itu.

Moral kisah ini:

Apabila kamu dengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamu
pikir itu tidak ada kaitannya dengan kamu, ingatlah bahwa apabila ada
‘perangkap tikus’ di dalam rumah, seluruh ‘ladang pertanian’ ikut menanggung
risikonya.

Sikap mementingkan diri sendiri lebih banyak keburukan dari
baiknya.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

iNeTT duduTzzz

Friday, January 19th, 2007

pengennya sih tulis blog pake bhs inggris lagi kek kmrn tp rada ribet juga secara grammar gua ancur bgt huehuehue =P
mo pake bhs jerman takut pada gak ngerti smua nanti =P

hmm… tadi pagi begitu sampe ktr gua lgsg liat to-do-list gua buat hari ini… ternyata kek kmrn lagi gua gak ada kerjaan hohoho ~.~
langsung deh siapin to-do-list baru wakakakaka… mumpung lg gak ada kerjaan & besok dah libur wakakakaka

1. Donlod lagu mp3
2. Edit layout fs
3. Kirim & bales testi
4. Tongkrongin group di fs
5. Chatting

tapi emg dasar sial… dr pagi inet nya dudutz bgt… masa bentar2 putus hoekk >.<
cuma no 1,3 & 5 doank yg bisa gua kerjain… itu pun terputus2 huaaaaaa T__T
padahal pengen bgt tuh ngerjain temen2 di group =P
mgk gara2 niat gua mo maen doank kali yah di ktr makanya inetnya putus2 wakakakaka…. ughh mo ngapain lagi coba?!? telpon temen2 aja ahh siapin rencana buat long wiken hahaha xD~

ToTaLLy FRee

Thursday, January 18th, 2007

uhmm… unlike the other days before… today i’m totally free… have nothing to do from the morning hehehe =P =D

all this day i only play the internet… open my fs profile & edit it… add some cool stuff in my fs sand box… reply & give testimonial to my friends… post a blog & buletins… join to a new group call LemOtz built by auReL… check for some new people who wanted to join my group… make new topic & give comments in auReL’s group and mine also… check messages in my email inbox & reply them… and more…

gezzz… what a day hahaha xD~
till now i still don’t get any job or work to do… well i think today all i have to do is online the internet wakakakaka… wish i have days like this more often =P =P

—–

hosh… hosh… hosh… susah juga yah tulis blog dlm bhs inggris… mpe ngos2an nih bikinnya wakakakaka…. gak tau tuh grammar bener smua pa gak wakakakakaka
ketauan deh gak bisa inggris hihihi *mayuuuuu*

oke deh…. continue edit fs ^__^